Minggu, 21 Maret 2021
Jumat, 05 Maret 2021
Jenis Padi Genjah CAKRABUANA 04
SEKILAS TENTANG PADI GALUR CAKRABUANA 04
Halo sobat tani, pada artikel kali ini admin akan berbagi informasi tentang jenis padi genjah. Sesuai dengan judul artikel ini jenis padi genjah yang admin maksud adalah padi cakrabuana 04. Padi Cakrabuana 04 ini adalah jenis padi galur dengan deskripsi sebagaimana berikut :
Selasa, 25 September 2018
Sekilas Tentang Fitur MyVillage #Intro
Selamat Datang di My Village Versi 1.501
Copyright © 2018 by Wawan Novianto
Copyright © 2018 by Wawan Novianto
My Village adalah sebuah software/System Informasi yang dirancang khusus untuk Pemerintah Desa/Kelurahan dalam rangka peningkatan pelayanan public/masyarakat. My Village versi 1.501 resmi direlease pada tahun 2015 dan telah digunakan lebih dari 170 desa/kelurahan di Kabupaten Madiun-Jawa Timur.
My Village merupakan system Informasi berbasis database dengan kapasitas besar. Dengan menggunakan MyVillage diharapkan pelayanan masyarakat dapat dikerjakan dengan cepat, tepat dan juga penyajian data/laporan akan lebih akurat. Dengan demikian para pelaku system yang dalam hal ini adalah staf Kantor Desa/Kelurahan dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
My Village merupakan system Informasi berbasis database dengan kapasitas besar. Dengan menggunakan MyVillage diharapkan pelayanan masyarakat dapat dikerjakan dengan cepat, tepat dan juga penyajian data/laporan akan lebih akurat. Dengan demikian para pelaku system yang dalam hal ini adalah staf Kantor Desa/Kelurahan dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
Terimakasih kepada Desa/Kelurahan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami menggunakan (My Village versi 1.501) dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Contac Person :
Developer : Wawan Novianto
WA/SMS/Call : 085790289821
Email : Kaottraz@Gmail.com
Developer : Wawan Novianto
WA/SMS/Call : 085790289821
Email : Kaottraz@Gmail.com
Kamis, 13 November 2014
Panen Padi Meningkat Dengan Pola Tanam SRI (System of Rice Intesification)
Sebelum membahas mengenai judul posting kali ini, saya ingin mengucapkan
selamat kepada pembaca semuanya karena mungkin anda adalah salah satu petani
pelopor yang berani (bukan berspekulasi) untuk melakukan perubahan kearah yang
lebih baik dalam sistem tanam yang telah ada di indonesia. Apalagi saat posting
ini saya tulis bertepatan dengan persiapan musim tanam (musim penghujan/MP).
Baik mari kita mulai pembahasan tentang Panen Padi Meningkat Dengan Pola Tanam
SRI.
Sudah tahu semua
kah apa itu SRI...?
SRI merupakan sistem pola tanam (padi) yang dilakukan secara intensif
dengan menitik beratkan pada proses pembenihan, pengolahan lahan, sistem tanam,
pola pengairan dan pemupukan. Kita semua menyadari bahwa kesuksesan dalam
bertani dapat diliahat dari hasil panen yang dicapai bisa meningkat atau
melebihi batas minimal dari target yang direncanakan. Tanaman padi akan
menghasilkan perubahan produktivas yang signikan jika benar-benar produktif.
Jadi untuk memenuhi syarat produktif tersebut maka tanaman padi harus :
1. Jumlah anakan per bibit banyak
2. Setiap anakan mampu mengeluarkan malai
3. Malainya panjang dan
4. Gabahnya bernas
Minggu, 09 November 2014
Apa Itu Semut Jepang?
Pada postingan kali ini penulis akan membahas tentang semut jepang. Ini
mungkin menyimpang dari topik blog ini. Namun dengan melihat manfaatnya yang
besar dan masih ada hubungan dengan dunia beternak maka saya rasa masing
nyambung dengan topik blog.
Sebuah pertanyaan yang melintas dipikiran penulis ketika mendengar cerita
dari seorang teman bernama Cak Giman (Facebok) 3 bulan yang lalu, yang
bercerita bahwa dia mulai beternak semut jepang. Cak Giman menceritakan bahwa
semut tersebut banyak banget khasiatnya untuk mengobati berbagai macam
penyakit. Penyakit apa aja mas bro ? Ya penyakit seperti : Diabetes Millitus,
Kolesterol, Hipertensi, Jantung, Asam urat dan menambah vitalitas bagi pria dan
wanita. Wowww sungguh khasiat yang luar biasa dunk,,,,.
Rasa penasaranku makin menjadi setelah mendengar cerita tersebut dan mulai
deh saya berselancar ke mbah google untuk mencari tahu yang sebenarnya tentang
apa itu semut jepang (jadi judul artikel nih).
Awalnya saya mencari tahu bentuk semut jepang tersebut dan setelah dapat
gambar di google saya kaget kok bentuknya mirip kutu tapi ukurannya besar.
Makin penasarannya nih. Ternyata semut jepang memiliki nama ilmiah
Benih Padi Sertani1 Adalah Kunci Kesejahteraan Petani
Postingan kali ini saya tulis sejak kecintaan dan rasa kagum pada seorang
tokoh/ilmuan dibidang pertanian khususnya pemulia bibit padi. Sebut saja
namanya Ir. Surono Danu warga Desa Nambah Dadi Terbanggi Besar Lampung
Tengah. Pertama kali saya mengenalnya
saat temuannya itu diliput oleh salah satu televisi swasta kurang lebih 1 tahun
yang lalu. Berawal dari situ saya mulai mencari tahu tentang bibit padi unggul
yang diberi nama Sertani 1.
Upaya penemuan benih ini dimulai
pada Desember 1982, bekerja sama dengan pejabat perekonomian di Lampung tentang
perlunya inventarisasi padi unggul lokal Lampung. Berdasarkan hal tersebut,
dari 1983-1984, Surono Danu mencari benih unggul lokal Lampung. Sampai akhirnya
Surono menemukan dan membudidayakannya sebagai proyek percontohan di beberapa
daerah seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, dan Lampung Selatan. “Saya
mengharapkan pemerintah dapat memanfaatkan padi ini untuk menjadi benih unggul
dalam mendongkrak produksi padi nasional,” harap Surono.”
Sabtu, 08 November 2014
Ini Yang Membuat Vermikompos Lebih Unggul Dari Pupuk Organik Lain !!!
Setelah mengetahui apa itu vermikompos dan bagaimana cara membuatnya, maka
sekarang kita harus mengetahui pula apa saja yang terkandung dalam vermikompos
tersebut, sehingga jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain vermikompos
lebih unggul. Secara garis besar
kandungan vermikompos antara lain : humus, unsur hara, hormon tumbuh (ZPT) dan
mikroba tanah. Kandungan tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis
bahan media, jenis cacing tanah yang digunakan dan umur vermikompos itu
sendiri.
Sekarang mari kita bahas satu per satu kandungan vermikompos :
1. Humus
Humus merupakan campuran lengkap dari
material-material gelap yang tidak larut dalam air seperti (asam humik,
asam fulfik dan humin) dan bahan-bahan organik yang larut dalam air seperti
(asam dan gula). Tingkat kesuburan tanah sangat ditentukan dari kandungan
humusnya. Tanah dengan kandungan humus rendah maka semakin tidak subur kwalitas
tanah tersebut. Lahan pertanian akan semakin subur dengan mengaplikasikan
vermikompos karena mengandung humus 13,88%.
Kamis, 06 November 2014
Cara Pembuatan Pupuk Organik Vermikompos
Pada postingan sebelumnya telah penulis bahas tentang pengertian vermikompos beserta keunggulannya jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain. Kali ini akan kita bahas bagaimana cara membuat pupuk organik vermikompos tersebut. Pada dasarnya pembuatan pupuk organik vermikompos dibuat dengan teknik vermikomposting. Vermikomposting merupakan teknik pengomposan/perombakan bahan-bahan organik (sampah dan kotoran ternak) dengan munggunakan bioaktivator berupa cacing tanah. Teknik tersebut dilakukan dengan 3 tahap proses antara lain:
1. Proses Pengumpulan Bahan
Dalam proses pengumpulan usahakan menggunakan bahan-bahan/sampah organik yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Untuk memperoleh hasil yang berkwalitas prima gunakan beberapa macam bahan. Silahkan baca DISINI untuk mengetahui bahan-bahan yang penulis anjurkan.
2. Proses fermentasi Substrat
2. Proses fermentasi Substrat
Media/pakan yang digunakan untuk kelangsungan hidup bioaktivator dalam proses komposting harus sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh cacing tanah.
Vermikompos Solusi Kebutuhan Pupuk Organik
Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik/kotoran ternak, yang telah melalui proses perombakan/fermentasi oleh mikro organisme pengurai. Selain mikro organisme sebagai pengurai ada cara lain untuk membuat pupuk organik yaitu cacing tanah (Annelida). Proses perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah ini disebut Vermikompos. Sedangkan kotoran cacing tanah dari proses pengomposan disebut Kascing Jika dilihat dari fisiknya, vermikompos terdiri dari campuran kotoran cacing tanah dengan sisa media dalam budidaya cacing tanah. Perbedaan perlakuan dalam proses pembuatan pupuk organik (antara fermentasi dengan vermikompos) membuat vermikompos lebih unggul jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain.
Selasa, 04 November 2014
Revolusi Hijau
Pengertian Revolusi Hijau dan Sejarah Revolusi
Hijau
Revolusi hijau adalah usaha peningkatan produksi
pertanian dengan merubah teknologi yang ada (tradisional) menjadi teknologi
modern. Revolusi hijau muncul pertama kali berdasarkan hasil penelitian Thomas Robert Malthus (1766-1834). Dia menuliskan bahwa “Masalah kemiskinan
adalah masalah yang tidak bisa dihindari lagi oleh manusia”. Pertumbuhan
penduduk lebih cepat dari pertumbuhan produksi pertanian pangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus tersebut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat
berusaha mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan mengontrol angka kelahiran.
Selain itu Eropa dan Amerika Serikat berusaha melakukan penelitian dan penemuan
bibit-bibit unggul. Perkembangan revolusi hijau diawali oleh Ford
dan Rockefeller
Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi di
Filipina (1960). Pengembangan tersebut dititik beratkan pada tanaman SEREALIA
(tanaman biji-bijian) seperti : Gandum, Padi, Jagung dll.
Revolusi hijau sendiri dikembangkan dengan 4
(empat) pilar yang menjadi dasar antara lain :
Cara Membuat Kompos/Bokashi Jerami
Pada saat musim panen (padi) ketersediaan jerami
sangat melimpah. Namun sayang banyak petani yang belum menyadari akan nilai ekonomi dan manfaat yang besar dari jerami tersebut. Di wilayah Madiun
contohnya hanya sebagian kecil saya petani yang mau memanfaatkan jerami dan
mengolahnya menjadi pupuk kompos (organik).
Sebuah keputusan yang bijak jika para petani mau
memanfaatkan jerami dengan mengembalikannya ke lahan. Dengan beralih dari
kebiasaan membakar berarti para petani telah ikut serta dalam rangka mengurangi
pemanasan global, pelestarian lingkungan dan penigkatan kesuburan tanah yang
keadaanya semakin kritis.
Pupuk kompos/bokashi jerami pupuk
yang diperoleh dengan proses fermentasi menggunakan bioaktivator seperti
EM4, Starbio, Stradex dll. Penggunaan bioktivator tersebut bertujuan untuk
Senin, 03 November 2014
Faktor Keberhasilan Usaha Pertanian
Keberhasilan sebuah usaha petani disektor
pertanian bukanlah semata-mata karena faktor keberuntungan saja, tetapi ada
beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut dibedakan menjadi dua
bagian yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang keduanya saling
mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari
dalam diri petani dan lahan yang menjadi tempat usaha sedangkan faktor
eksternal adalah faktor yang berasal dari luar petani yang sifatnya
berbeda-beda bagi setiap petani.
A. Faktor Internal
Faktor internal bisa juga diartikan
sebagai sifat alami petani/lahan yang keberadaanya menjiwai petani dalam
melakukan usahanya. Ada beberapa hal yang menjadi faktor internal antara lain :
Minggu, 02 November 2014
Nilai Ekonomi Dibalik Tumpukan Jerami
Jerami merupakan limbah dari kegiatan pertanian yang
jumlahnya melimpah setelah musim panen. Jerami juga merupakan potensi yang
sangat luar biasa jika para petani sadar akan kandungan hara dan nilai ekonomi yang
ada pada jerami tersebut. Namun yang terjadi dilapangan selama ini petani
cenderung membakarnya sehingga potensi yang luar biasa tersebut hanya terbuang
sia-sia. Pembakaran itu dilakukan karena keberadaan jerami di lahan terasa
mengganggu saat musim tanam tiba.
Menurut Kim and Dale (2004)
bahwa setiap 1 kali musim panen produksi jerami setara dengan 1,4 x jumlah
panennya. Sebagai contoh di Kabupaten Madiun-Jawa Timur rata-rata hasil panen
sebesar 8,4 ton/ha. Jadi produksi jeraminya sebesar 11,76 ton/ha (1,4 x 8,4).
Berdasarkan hasil penelitian dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan
Indonesia kandungan hara kompos jerami yang diproses dengan biaktivator “PROMI”
adalah sebagai berikut:
Sabtu, 01 November 2014
Menuju Indonesia Sehat Dengan Pertanian Organik
Kesehatan merupakan salah satu prinsip dasar dari
dikembangkannya pengolahan pertanian organik. Revolusi hijau yang dilakukan
Indonesia yang dimulai sekitar tahun 1960 an telah berhasil meningkatkan ekonomi
nasional yang ditopang dari sektor pertanian. Keberhasilan tersebut terbukti
dengan dicapainya swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai negara
utama pengekspor gula. Namun keberhasilan revolusi hijau hanya berjalan sesaat
saja, sejarah menyebutkan bahwa peningkatan ekonomi Indonesia mulai tercapai
pada tahun 1966 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 500%. Kemudian pada tahun
1984 revolusi hijau telah merubah Indonesia yang semula adalah negara
pengimpor beras terbesar menjadi negara yang telah mampu berswasembada pangan. Namun
di tahun 1985 hingga seterusnya Indonesia kembali menjadi negara pengimpor
beras yang jumlahnya kian tahun kian bertambah.
Dibalik keberhasilan tersebut ternyata revolusihijau telah meninggalkan dampak negatif yang bisa kita rasakan sekarang ini. Dampak tersebut antara lain :
Jumat, 31 Oktober 2014
Panca Usaha Tani
Sejak tahun 1960-an di Indonesia telah melakukan
Revolusi Hijau (Green Revolution)
. Revolusi hijau dikembangkan dengan 4 (empat) pilar yang menjadi dasar
antara lain :
1. Pemakaian bibit varietas unggul
2. Sistem irigasi
3. Pengaplikasian pupuk buatan secara optimal
dan
4. Perapan pestisida sesuai serangan hama
Penerapan revolusi hijau di Indonesia dilakukan dengan Ekstensifikasi dan Intensifikasi
pertanian. Ekstensifikasi dilakukan
dengan perluasan lahan seperti pengalihfungsian hutan non produktif menjadi
lahan pertanian, sedangkan Intensifikasi
dilakukan dengan penerapan Panca Usaha
Tani.
Panca usaha tani ini diharapkan dapat merubah
sistem pertanian tradisional menjadi sistem pertanian yang maju sehingga
diperoleh produktivitas yang berlipat ganda seperti gandum, padi dan jagung. Tidak
menutup kemungkinan untuk padi bisa tanam-panen hingga 3 kali dalam setahun. Panca
usaha tani tersebut terdiri dari :
Senin, 27 Oktober 2014
Sistem Pertanian Terpadu
Pertumbuhan ekonomi suatu
negara tidak
hanya ditopang dari sektor industri, namun juga dari sektor pertanian. Hal ini
dikarenakan Indonesia
mempunyai potensi yang tinggi dalam sektor
pertanian. Sebutan
sebagai Negara
Agraris seharusnya menjadikan negara ini mampu
swasembada pangan atau bahkan menjadi negara
pengekspor bahan
pangan. Namun, semua tidak mungkin
terwujud jika sistem pengelolaan yang dilakukan masih monoton tanpa ada
keberanian untuk beralih ke sistem pengelolaan yang lebih maju.
Salah satu contoh sistem
yang mulai dikembangkan di Indonesia adalah
Sistem pertanian terpadu (Integrated
Farming). Sistem pertanian terpadu
dapat didefinisikan
sebagai penggabungan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan segala
kegiatan terkait pertanian yang dilakukan dalam satu tempat/lahan. Sistem ini
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tempat/lahan pertanian, konservasi
lingkungan dan mewujudkan kemandirian para pelaku kegiatan (Petani Terpadu) tanpa
ketergantungan pada pihak lain. Mewujudkan harapan tersebut secara bertahap akan meningkatkan taraf
ekonomi para pelaku khususnya dan masyarakat desa pada umumnya karena mereka
akan mendapatkan berbagai sumber penghasilan dari usaha yang dilakukannya.
Sistem ini dirancang dengan
mengadopsi bagaimana sebenarnya alam berjalan. Tanaman dan hewan adalah mitra
tani terpadu yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Bagaimana tanaman
tumbuh subur dan bagaimana hewan/ternak berkembang dengan baik adalah pertanyaan yang
mendasari pelaksanaan sistem pertanian terpadu. Manusia, tanaman dan hewan
dalam hidupnya membentuk hubungan yang saling menguntungkan jika tertata dalam
sistem yang baik yaitu mampu memenuhi kebutuhan masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)






