Minggu, 09 November 2014

Benih Padi Sertani1 Adalah Kunci Kesejahteraan Petani



Postingan kali ini saya tulis sejak kecintaan dan rasa kagum pada seorang tokoh/ilmuan dibidang pertanian khususnya pemulia bibit padi. Sebut saja namanya Ir. Surono Danu warga Desa Nambah Dadi Terbanggi Besar Lampung Tengah. Pertama kali saya mengenalnya saat temuannya itu diliput oleh salah satu televisi swasta kurang lebih 1 tahun yang lalu. Berawal dari situ saya mulai mencari tahu tentang bibit padi unggul yang diberi nama Sertani 1.

Upaya penemuan benih ini dimulai pada Desember 1982, bekerja sama dengan pejabat perekonomian di Lampung tentang perlunya inventarisasi padi unggul lokal Lampung. Berdasarkan hal tersebut, dari 1983-1984, Surono Danu mencari benih unggul lokal Lampung. Sampai akhirnya Surono menemukan dan membudidayakannya sebagai proyek percontohan di beberapa daerah seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, dan Lampung Selatan. “Saya mengharapkan pemerintah dapat memanfaatkan padi ini untuk menjadi benih unggul dalam mendongkrak produksi padi nasional,” harap Surono.”

Sabtu, 08 November 2014

Ini Yang Membuat Vermikompos Lebih Unggul Dari Pupuk Organik Lain !!!



Setelah mengetahui apa itu vermikompos dan bagaimana cara membuatnya, maka sekarang kita harus mengetahui pula apa saja yang terkandung dalam vermikompos tersebut, sehingga jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain vermikompos lebih unggul.  Secara garis besar kandungan vermikompos antara lain : humus, unsur hara, hormon tumbuh (ZPT) dan mikroba tanah. Kandungan tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan media, jenis cacing tanah yang digunakan dan umur vermikompos itu sendiri.
Sekarang mari kita bahas satu per satu kandungan vermikompos :

1.      Humus
Humus merupakan campuran lengkap dari material-material gelap yang tidak larut dalam air seperti (asam humik, asam fulfik dan humin) dan bahan-bahan organik yang larut dalam air seperti (asam dan gula). Tingkat kesuburan tanah sangat ditentukan dari kandungan humusnya. Tanah dengan kandungan humus rendah maka semakin tidak subur kwalitas tanah tersebut. Lahan pertanian akan semakin subur dengan mengaplikasikan vermikompos karena mengandung humus 13,88%.

Kamis, 06 November 2014

Cara Pembuatan Pupuk Organik Vermikompos

Pada postingan sebelumnya telah penulis bahas tentang pengertian vermikompos beserta keunggulannya jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain. Kali ini akan kita bahas bagaimana cara membuat pupuk organik vermikompos tersebut. Pada dasarnya pembuatan pupuk organik vermikompos dibuat dengan teknik vermikomposting. Vermikomposting merupakan teknik pengomposan/perombakan bahan-bahan organik (sampah dan kotoran ternak) dengan munggunakan bioaktivator berupa cacing tanah. Teknik tersebut dilakukan dengan  3 tahap proses antara lain:
1. Proses Pengumpulan Bahan 
Dalam proses pengumpulan usahakan menggunakan bahan-bahan/sampah organik yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Untuk memperoleh hasil  yang berkwalitas prima gunakan beberapa macam bahan. Silahkan baca DISINI untuk mengetahui bahan-bahan yang penulis anjurkan.
2. Proses fermentasi Substrat
Media/pakan yang digunakan untuk kelangsungan hidup bioaktivator dalam proses komposting harus sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh cacing tanah.

Vermikompos Solusi Kebutuhan Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik/kotoran ternak, yang telah melalui proses perombakan/fermentasi oleh mikro organisme pengurai. Selain mikro organisme sebagai pengurai ada cara lain untuk membuat pupuk organik yaitu cacing tanah (Annelida). Proses perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah ini disebut Vermikompos. Sedangkan kotoran cacing tanah dari proses pengomposan disebut Kascing Jika dilihat dari fisiknya, vermikompos terdiri dari campuran kotoran cacing tanah dengan sisa media dalam budidaya cacing tanah. Perbedaan perlakuan dalam proses pembuatan pupuk organik (antara fermentasi dengan vermikompos) membuat vermikompos lebih unggul jika dibandingkan dengan pupuk organik yang lain.

Selasa, 04 November 2014

Revolusi Hijau



Pengertian Revolusi Hijau dan Sejarah Revolusi Hijau

Revolusi hijau adalah usaha peningkatan produksi pertanian dengan merubah teknologi yang ada (tradisional) menjadi teknologi modern. Revolusi hijau muncul pertama kali berdasarkan hasil penelitian Thomas Robert Malthus (1766-1834). Dia menuliskan bahwa “Masalah kemiskinan adalah masalah yang tidak bisa dihindari lagi oleh manusia”. Pertumbuhan penduduk lebih cepat dari pertumbuhan produksi pertanian pangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus tersebut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat berusaha mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan mengontrol angka kelahiran. Selain itu Eropa dan Amerika Serikat berusaha melakukan penelitian dan penemuan bibit-bibit unggul. Perkembangan revolusi hijau diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi di Filipina (1960). Pengembangan tersebut dititik beratkan pada tanaman SEREALIA (tanaman biji-bijian) seperti : Gandum, Padi, Jagung dll.
Revolusi hijau sendiri dikembangkan dengan 4 (empat) pilar yang menjadi dasar antara lain :